Minggu, 5 Juli 2009

Mengundurkan Diri Sebagai Koordinator Batagor.net

Akhirnya, saya resmi mengundurkan diri sebagai koordinator komunitas Bandung Kota Blogger (Batagor.net). Alasannya? Ada cukup banyak alasan dan pertimbangkan sehingga akhirnya saya memutuskan untuk lebih memilih mengundurkan diri. Setidaknya, ada 3 alasan.

Alasan pertama, saya sangat tidak berkompeten dan tidak memiliki keahlian untuk masih memegang peranan tersebut. Setidaknya, harus ada 3 kemampuan yang idealnya dimiliki seorang koordinator komunitas. Kemampuan pertama yaitu mampu menggerakan massa. Jangankan memberikan perintah, ketika orang tersebut berbicara pun, setiap orang yang berada di komunitas, akan menghargai dan mendengarkan. Lebih dari itu, seorang koordinator komunitas mampu menginisiasi banyak hal dan menggerakan massa untuk melakukan hal yang telah diinisiasi.

Kemampuan yang kedua adalah mampu berkomunikasi dan membentuk jaringan yang sesuai dengan bidangnya. Untuk hal ini, kemampuan saya benar-benar sangat minim. Masih lebih baik teman-teman yang lainnya, yang tidak hanya mampu mendapatkan informasi, tetapi juga mampu mengembangkan jaringan. Mengenal orang tidak hanya tahu, tapi juga mengenal jaringan serta mampu berinteraksi.

Kemampuan yang ketiga, seorang koordinator harus cukup mapan secara dana. Tentu hal ini tidak dimiliki oleh saya yang hanya gelandangan dunia maya, yang untuk makan sehari-hari saja masih sangat sulit. Saking sulitnya, untuk makan satu kali sehari saja, masih mengandalkan orang yang berminat mentraktir saya.

Kemampuan finansial ini berfungsi agar sang koordinator bisa mencurahkan waktunya untuk komunitas dan mendukung pendanaan apabila diperlukan.

Kembali ke alasan. Alasan kedua saya mengundurkan diri sebagai koordinator Batagor lantaran saya ingin mencoba sibuk dengan diri saya sendiri. Nampaknya, sudah cukup saya mengorbankan diri saya selama beberapa tahun terakhir ini untuk melakukan hal-hal yang tidak memiliki manfaat secara langsung bagi diri saya sendiri. Lambat laun, saya hanya menjadi sampah masyarakat.

Alasan yang ketiga, fokus dengan tujuan hidup saya. Sampai saat ini, saya masih bingung untuk menentukan arah tujuan hidup saya. Selain itu, saya juga masih merasa belum sepenuhnya hidup. Untuk itu, saya ingin mencoba menempa diri secara institusi agar tujuan hidup saya jelas dan memiliki sikap yang jelas pula.

Selasa, 9 Juni 2009

Saya dan Jakarta

Seharian ini saya diajak untuk berkeliling Ibu Kota. Selain urusan jalan-jalan, tampaknya tak ada agenda lain yang bisa saya lakukan di Jakarta. Sebelum beranjak pergi, saya sudah bisa membayangkan perasaan yang sama yang selalu menghinggapi saya ketika berada di Jakarta. Panas, penat, bosan, dan sumpek, salah satu perasaan yang selalu saya rasakan ketika berada di Jakarta. Namun hari ini berbeda dengan biasanya. Setibanya di Jakarta, perasaan yang ada justru takjub melihat kota yang semrawut itu.

Perjalanan pertama berkunjung ke Universitas Al Azhar Indonesia. Di sini saya menemui pembantu rektor I universitas tersebut. Sebenarnya ngobrolnya ngaler-ngidul. Saya hanya menjadi pendengar yang setia saja. Tapi perkataan sang pembantu rektor cukup menginspirasi saya. Tak hanya itu saja. Suasana di universitas tersebut cukup nyaman. Adem dan sedikit jauh dari kebisingan Ibu Kota. Jadi pengen kuliah di sini. Tapi kali ini saya masih ingat tak ada yang lebih indah dari Bandung.

Perjalanan kedua adalah berkunjung ke gedung DPR di bilangan Senayan, Jakarta. Ketika saya tiba, hujan sedang deras-derasnya mengguyur Jakarta. Hal yang membuat saya takjub adalah deretan mobil-mobil berplat depan RI dan mobil-mobil para jenderal, berjejer di depan salah satu gedung di DPR. Nampaknya tengah ada rapat di komisi III menyoal kasus Ambalat yang semakin panas saja belakangan ini.

Perjalanan saya lanjutkan ke gedung Departemen Pendidikan Nasional yang tak jauh dari gedung DPR. Setelah kembali ngobrol ngaler-ngidul di lantai 2 gedung C Depdiknas selama 3 jam, akhirnya kami beranjak kembali ke gedung DPR. Suasana Jakarta sore ketika itu, benar-benar indah. Sedikit adem dan jauh dari kesan panas dan sumpek, meskipun jalanan sudah beranjak Pamer Paha.

Sekembalinya ke gedung DPR, mobil berplat depan RI dan para jenderal sudah sirna dari tempatnya. Namun ada hal lainnya yang mengagumkan di tempat ini, yaitu gerombolan wartawan yang bersiap live report hasil rapat komisi yang digelar hari ini. Setahu saya, ada 2 komisi yang sedang melakukan rapat. Kalau tidak salah, komisi III menyoal Ambalat, dan komisi IX menyoal gugatan RS Omni terhadap Prita. Namun, menurut kabar, ada banyak rapat komisi lainnya hari ini. Kabarnya mereka kejar tayang merampungkan segala hal yang belum selesai di akhir masa jabatan mereka sebagai anggota DPR.

Di sini saya benar-benar lupa diri. Terbesit keinginan untuk pindah ke Jakarta dan bekerja sebagai jurnalis di Ibu Kota. Nampaknya ada banyak berita berskala nasional, bahkan internasional, di banyak tempat di Jakarta. Pikiran saya cuman satu, prestise. Nampaknya banyak hal keren yang bisa saya lihat dan saya liput di Ibu Kota.

Untungnya sebelum benar-benar lupa diri, saya sudah benar-benar meninggalkan gedung DPR. Namun, apa yang saya lihat, sedikit tidak saya percayai dan bagi saya benar-benar mengagumkan. Di tengah kemacetan ibu kota, sebuah mobil Camry versi 3.0 berplat RI 5, nampak mengantri bersama mobil-mobil lainnya. Pemandangan yang baru saya temui hingga kala itu.

Bahkan tak jarang, mobil yang saya tumpangi dengan mobil tersebut, berhenti tepat bersebelahan di tengah-tengah keramaian lalu lintas ibu kota. Di dalamnya, nampak 3 orang. Dua orang di depan, dan seorang di belakang yang tengah sibuk menelepon dari dalam mobil. Tanpa pengawalan, tanpa sirine, dan apabila tidak melihat platnya, tidak akan tahu apabila itu adalah mobil seorang menteri. Benar-benar mengagumkan pikir saya.

Selepas dari kemacetan di bilangan Kuningan, Jakarta, mobil yang saya tumpangi langsung mengarah menuju Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Di tempat yang kumuh tersebut, saya menghadiri sebuah sidang dugaan korupsi seorang petugas KPPU. Ini adalah pengalaman pertama saya mengikuti sidang, terlebih lagi sidang korupsi yang cuman diselenggarakan di gedung tersebut.

Akhirnya, setiap sisi kehidupan memiliki bentuk berbeda. Bila saya melihat Jakarta sebagai tempat yang tidak nyaman setiap kali saya bertandang ke kota ini, kali ini perasaan itu benar-benar tergantikan dengan perasaan lain yang bertolak belakang dengan perasaan saya biasanya. Nampaknya saya perlu belajar untuk mulai tidak menghakimi perasaan saya sendiri terhadap sesuatu hal, meskipun sesuatu hal tersebut nampak eksplisit dengan sifat yang menimbulkan perasaan tersebut. Selalu ada sifat lain yang bisa menimbulkan perasaan lain pula.

Selasa, 17 Februari 2009

Ups… Tempat Angker Ternyata…

tadi malam aku nginep di kantor sebuah perusahaan di soreang. gara2nya, pelatihan untuk para karyawan akan diselenggarakan keesokan paginya. kalo misalnya aku pulang ke kostan, nampaknya bukan tidak mungkin aku bakal telat lagi kayak kemaren yang ngaret ampe 3 jam lamanya. tak hanya itu saja. kebutuhan internet yang cepat untuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang mengharuskan referensi online, pun membuatku berpikir bahwa lebih baik untuk tetap tinggal di kantor kemaren malam.

selepas pukul 12 malam, sehabis belajar internet, 2 orang satpam meninggalkan ruanganku menuju pos satpam. otomatis, aku sendiri di ruang kantor. setiap jendela yang ada di 2 sisi ruangan, terbuka dan tanpa gorden. kira2 jumlahnya ada 8 jendela berukuran 50 cm mewarnai dinding yang masing2 panjangnya sekitar 8 meter. aku bisa melihat keluar dan setiap apapun yang ada di luar, bisa melihatku dengan jelas di ruangan yang luasnya kira2 32 meter persegi.

menjelang jam 1, mulai ada perasaan ada yang ngeliatin di jendela sebelah timur. tapi waktu diliat, ngak ada sapa2. terus di jendela sebelah barat pun demikian. aku berusaha fokus ngenet sambil mencoba berpikiran positif. menjelang jam 2, di jendela sebelah timur tampak ada sesuatu yang jatuh. ku pikir itu cecak yang turun ke bawah. tapi melihat keadaan tembok di luar, tak mungkin ada cecak mampu meluncur dengan mulus ke bawah dengan keadaan tembok yang bagian atasnya dilengkapi dengan pagar kawat. sekali lagi, aku berusaha untuk tetap fokus berinternet.

menjelang jam 3, aku memutuskan untuk tidur. keadaan memang udah ngantuk banget. mau begadang, nampakny hari esok akan cukup melelahkan. aku langsung tidur dengan menyusun beberapa kursi dengan menghadap ke timur. jaket yang ku punya, kujadikan selimut untuk menghangatkan sebagian tubuh. pandanganku pun ku arahkan ke bawah dan ngak berani ngeliat kemana2 lagi takut ada yang tiba2 muncul. :D

keadaan ngantuk berat, memang udah direncanakan sejak awal. pasalnya, ini merupakan pembelajaran dari kali terakhir tidur di ruangan tersebut. waktu itu, lagi nyenyak2nya tidur, tau2 mimpi aneh ampe terbangun di tengah malam. dibilang buruk ngak, tapi lumayan bikin bad feeling. udah gitu, waktu mau tidur lagi, kerasa banget ada yang ngeliatin. waktu itu, temenku juga tidur seruangan ama aku. pas mau memejamkan mata, bener2 udah ngak enak hati. akhirnya, temenku itu aku tarik supaya tidurny deket2 aku. baru lah waktu itu bisa tidur.

nah, kondisi ngantuk berat ini sebenernya dirancang supaya aku ngak terbangun di tengah tidur. males aja kalo lagi tidur nyenyak, terus terbangun lantaran mimpi yang aneh2 atau tiba2 bad feeling, dan kemudian harus teriak2 sambil lari2 nyamperin pos satpam lantaran ketakutan. bisa diketawain orang 1 soreang. hihihihihi

keesokan harinya, aku terbangun lantaran pegawai perusahaan tersebut udah mulai berdatangan. mandi, makan, kemudian pelatihan. “tidur dmana tadi malam?” merupakan pertanyaan yang kerap ditanyakan orang2 padaku tadi pagi. bahkan ada yang langsung menimpali lagi dengan pertanyaan untuk benar2 menyakinkan jawabanku, “beneran tidur di ruang kantor? sendiri? ngak ada apa2?”

seusai makan siang, salah satu pegawai yang kebetulan baru ketemu pada saat makan siang, nanya hal yang bernada sama dengan pegawai lainnya sambil menyakinkan, “beneran tidur di sini? sendiri?” aku jawab, “iya, pak. sendiri.” “satpam?” tanyanya penuh heran. “yah, kembali ke pos satpam yang di depan lah, pak,” jawabku singkat. “tadi malem ngak ada apa2 di sini?” kembali tanyanya. “yah, kerasa sih pak ada yang ngeliatin,” sahutku sambil nyengir.

kemudian beliau bercerita bahwa satpam yang bertugas di malam hari, sering melihat penampakan muncul di ruangan tersebut. nampaknya, sosok perempuan dengan rambut panjang dan baju putih, adalah penampakan yang sering dilihat oleh para satpam. kejadiannya pun nampakny telah beberapa kali terjadi dan sudah berlangsung sejak lama. malah, beberapa satpam dan petugas yang kebetulan harus lembur dan dinas malam di kantor, lebih memilih untuk tidur di dalam mobil kantor dan menghindari untuk tidur di dalam ruangan kantor. sebagian besar pegawai pun nampakny udah pada tahu ikhwal penampakan di ruangan kantor. ini terbukti dengan keheranan mereka lantaran aku bisa tidur di ruangan tersebut dengan nyenyak tanpa ada yang ganggu.

Kamis, 22 Januari 2009

Gaza dan Nyanyian Untuknya

dua minggu ke belakang, gaza tengah mengalami krisis kemanusiaan yang luar biasa hebat. invasi israel benar2 meluluhlantahkan kota tersebut tanpa kenal ampun. ujung2nya, rakyat sipil lah yang mendapatkan dampak paling besar. angka kematian hingga 1.000 orang dan 7.000 orang lebih luka2, adalah panen yang didapat dari gempuran pasukan israel.

kalo ditanya pendapatku tentang krisis gaza, sejujurnya ngak ada komentar. posisi mereka memang sulit untuk bertahan dan menang. bila dulu tentara amerika bisa dibuat kocar-kacir oleh pasukan vietnam lantaran hutan yang dimiliki vietnam cukup lebat sehingga cukup aman untuk menyerang dan berlindung. tetapi tidak untuk gaza yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari padang pasir. satu2ny cara untuk bertahan dan menang adalah dengan perang kota. dan itu pun sangat sulit dilakukan mengingat tentara israel mampu menghindari perang seperti itu.

oke, cukup mengenai analisa perangnya. sebenarnya postingan kali ini agak cukup kurang ajar juga. alih2 berkabung atas krisis gaza, malah aku pengen bilang kalo aku suka lagu we will not go down (song for gaza) yang ditulis oleh michael heart. lagu bisa langsung di donlot di situs michael heart.

mengenai lagu ini, sungguh amat punya jiwa. kata2nya yang sederhana, sangat mampu menggambarkan keadaan di gaza. mencekam, mengerikan, dan penuh kepedihan. belum lagi dengan alunan nadanya yang tepat. menurutku komposisi lagu ini sangat amat baik untuk tidak hanya menggambarkan bagaimana mencekamnya keadaan di gaza, tetapi juga lagu ini sangat amat baik untuk menggambarkan bagaimana semangat yang harus dibangun guna melawan invasi militer israel terhadap gaza.

berikut lirik penuhnya yang diambil dari halaman song for gaza dari situs sang penulis lagu.

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Sabtu, 10 Januari 2009

Barang yang Masih Bertahan Sejak Dulu

ngeliat postingan emo di multiply-ny tentang barang lamany yang masih bertahan hingga kini, jadi kepikiran buat bikin postingan serupa. alasannya, ternyata selama ini aku juga masih punya barang yang masih bertahan dari dulu. kalo emo bercerita tentang sabuknya yang dikasih oleh pamanny waktu kelas 3 sd dan masih dipake hingga sekarang, kalo aku mau bercerita tentang celana, kemeja, dan dompet yang didapat waktu smp dan masih dipake ampe sekarang.

tiga gambar di atas bukan ingin menunjukan kenarsisan, tapi pengen memperlihatkan beberapa pakaian yang masih di pake hingga sekarang. kaos berkerah yang dipakai di gambar paling kiri, kalo ngak salah itu dikasih ortuku waktu aku kelas 2 smp. kemeja kotak2 yang digunakan di gambar tengah, itu dikasih waktu aku kelas 5 sd. dulu bajunya kebesaran, dan ampe sekarang pun masih kebesaran. sedangkan celana pendek berwarna krem yang aku gunakan, dibuat oleh ibuku waktu aku masih kelas 2 smp. dan ternyata, masih muat dipake ampe sekarang. pas lagi, ngak kegedean atau pun kekecilan.

gambar paling kanan, kemeja biru yang aku kenakan adalah kemeja yang dibuatkan juga oleh ibuku. waktunya sezaman dengan celana krem yang dipakai di gambar tengah. semua baju yang kuceritakan adalah baju favoritku. saking favoritnya, sampai2 celana krem dan kemeja biru pun jumlahnya ampe 2. sebenernya yang satu lagi itu jatah adikku. ibuku membuatkan 2. tapi karena aku suka baju dan celananya, akhirny jatah adikku pun aku bajak. hehehe.

selain baju dan celana, ada juga dompet yang sedari dulu ampe sekarang masih belum tergantikan. pernah aku dibujuk ama ibuku untuk mengganti dompetku lantaran adikku yang paling kecil pengen punya dompet yang aku punya. tapi dengan segenap keteguhan hati, aku menolak mengganti dompet yang kubeli saat aku menginjak kelas 3 smp itu.

lalu, bagaimana dengan anda? adakah barang atau pakaian yang anda gunakan dan punyai sejak masih duduk di bangku sd atau smp dulu?

Jumat, 12 Desember 2008

Jalan Setapak untuk Merdeka

tinggal menunggu waktu yang tepat, dan aku akan mulai menulis sebuah novel. yah, novel. yang ada di benakku, novel itu akan bercerita tentang 2 orang wartawan di tahun 45 di indonesia. setelah proklamasi usai, mereka ikut bergerilya bersama para pejuang untuk mengukuhkan kemerdekaan yang banyak dihalang2i oleh pihak sekutu. di awal keberangkatan, mereka kemudian berpisah mengikuti rombongan yang berbeda. setelah 4 tahun berlalu, sekembalinya ke ibu kota, ternyata mereka tidak bisa bertemu. salah satu dari mereka tewas terkena tembakan di medan perang.

novel ini akan bercerita mengenai peperangan di era awal2 kemerdekaan dari kacamata seorang jurnalis. kisah persahabatan 2 orang pemuda di medan perang, akan menghiasi setiap jengkal cerita peperangan tersebut. dan kemaren, setelah melalui kontemplasi yang cukup panjang, “jalan setapak untuk merdeka” merupakan judul yang kupilih untuk novel ini.

meskipun begitu, tidak mudah membuat novel ini. yang harus kulakukan adalah menggali setiap penggalan catatan sejarah di 3 tahun awal kemerdekaan. apa yang terjadi, seperti apa keadaannya, daerah mana saja, dan pasukan mana saja yang berkiprah. tentunya ini membutuhkan kajian sejarah yang cukup serius agar novel ini sedikit hidup. mudah2an bisa terwujud.

Jumat, 12 Desember 2008

Secangkir Teh Manis Hangat untuk Pagi Ini

entah, sudah berapa lama kebiasaan ini kulakukan. menikmati teh manis hangat setiap pagi sambil nongkrong di depan komputer. terkadang kebiasaan ini diselingi oleh sarapan pagi dari sisa makanan kmaren. tapi yang membuat beda pagi ini adalah rasa teh-ny kembali biasa, bukan sebuah rasa yang unik lagi.

beberapa bulan lalu, aku menerima sebuah buah tangan dari pertemuan sebuah komunitas di bandung. isinya adalah teh yang katanya cukup berkhasiat. nampak luar memang biasa. tapi kalo diliat dari komposisinya, ada juga buah mahkota dewa yang konon cukup berkhasiat kalo dikonsumsi secara teratur. ternyata memang cukup berefek positif juga ke badan. dan rasanya pun, agak2 unik, berbeda dengan teh kebanyakan.

tapi setelah teh tersebut abis, yang dikonsumsi saat ini adalah teh biasa yang dengan mudah didapat di supermarket. pengen nyari yang rasanya unik. tertarik juga dengan teh yang rasanya tidak biasa, seperti yang mas kuncoro punya. tapi di mana yah belinya? soalnya, yang kutau, teh smacam itu biasa dibawa oleh seorang kawan kalo dia baru pulang berkunjung ke luar negeri. yang tau tempat beliny di bandung, komen yah…

Kamis, 11 Desember 2008

Pendahuluan

setiap membuat proposal, bagiku hal pertama yang harus dilakukan dan memakan waktu lama adalah menulis pendahuluan. menurutku pendahuluan adalah hal terpenting dalam sebuah proposal. bagaimana tidak. tidak akan ada yang berikutnya kalo ngak ada yang hulu. selain itu, biasanya proses eksplorasi pemikiran kegiatan, terjadi ketika menulis bagian pendahuluan. cukup mengasyikan, meskipun untuk ke arah situ membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

proses berpikir membuat pendahuluan biasanya bisa sangat lama. bisa sampai sehari-semalam, tapi tidak lebih dari itu. kalo lebih dari itu, biasanya malah males ngerjain proposalnya dan malah ngerjain hal2 lainnya. maklum, menulis proposal bagiku sama aja seperti pelukis yang mencurahkan perasaannya dengan melukis. tampak seperti seniman, bukan?

untuk melewatkan dulu bagian pendahuluan? hmm… itu bukan gayaku. meskipun bisa aja, tapi ujung2nya malah ngak tuntas dan proposal menjadi mati. dan memang dalam hal ini, aku lebih seneng mengerjakannya secara sistematis dan linear. tapi, lebih enak lagi kalo punya sekretaris yang bisa nulis proposal sesuai keinginan kita. ngak usah capek dan aku bisa langsung fokus ke hal2 yang lebih teknis. meskipun udah ada beberapa kandidat, sayangnya belum ada yang sampai tahap itu. ada yang berminat melamar lagi?

Rabu, 10 Desember 2008

WordPress Kini Dilengkapi dengan Fitur Polls

menurutku ini adalah berita yang cukup membahagiakan. mengapa tidak. dalam fitur wordpress gratisan versi 2.7, hadir sebuah fitur terbaru, yaitu fitur polls. seperti namanya, fitur ini memang berfungsi untuk membuat polls yang nantinya bisa digunakan untuk survei ke pengunjung di blog. aku sendiri udah coba make di blog utamaku.

cara penggunaannya pun cukup mudah. untuk membuat sebuah poll baru, tinggal masuk dan pilih add new. isi pertanyaan, masukin jawabannya, pilih themes dan opsiny, kemudian beres deh. di postingan, tinggal masukin aja short code-ny kemudian kita udah mempunyai poll yang bisa digunakan untuk survei apapun yang kita mau.

selain fitur terbaru ini, wordpress juga merombak tampilannya di versi 2.7 ini. lebih nyaman? yah. lebih mudah? lumayan. butuh bandwidth banyak, sudah pasti. meskipun begitu, berharap wordpress bisa lebih baik lagi.

Selasa, 9 Desember 2008

Pesta Sate Kambing ampe Mabok

idul adha taun ini benar2 mengesankan. pasalnya, daging kambing hasil kurban di qwords, benar2 melimpah. dua paha kambing diolah menjadi sate, dan disantap oleh hanya 6 orang aja, yaitu: aku, rendy, petra, ade, esti, dan echi. yang paling banyak makan? tentu aja aku, rendy, dan petra. yang lainnya hanya memakan tidak kurang dari 10 tusuk. padahal, sate yang tersedia lebih dari 100 tusuk.

aku, rendy, petra, dan uchi lagi bakar2 sate di garasi qwords.com

aku, rendy, petra, dan uchi lagi bakar2 sate di garasi qwords.com

acara bakar2an dimulai selepas dzuhur. rendy bilang, quality control koki yang bakar sateny sangat bagus. mengapa tidak. tiga orang koki sate, aku, rendy, dan petra, memakan setidaknya 3 dari 5 sate yang dipanggang. hasilnya, tentu saja bisa ditebak. sate yang terhidang di meja makan tidak lebih dari 40 tusuk karena habis dalam proses quality control.

aku dan petra tepar setelah kebanyakan makan sate kambing

aku dan petra tepar setelah kebanyakan makan sate kambing

setelah seluruh sate habis, beberapa orang mulai merasakan efek sampingnya, tekanan darah jadi naik. aku sendiri, yang awalnya ngak khawatir karena punya darah rendah, langsung kepala ini terasa muter2. pasalnya, malamny aku ngak tidur sehingga tekanan darah jadi naik. ditambah daging kambing, nambah naik deh. ujung2nya, aku dan petra tepar karena mabok daging kambing. meskipun begitu, sate kambingnya benar2 the best. thx rendy, thx qwords, dan thx all…

Kamis, 4 Desember 2008

Ngenet 6 Jam yang Nggak Jelas

dini hari ini, aku nongkrong di depan internet selama lebih kurang 6 jam lamanya. dengan modal paket dari sebuah warnet di jalan pahlawan, aku mengerjakan beberapa situs yang memang sudah lama pengen aku utak-atik. hasilnya, memang tak banyak situs yang aku benahi lantaran keterbatasan wawasan dan kewarasan.

dimulai dengan mengutak-atik situs ini. aku mengkostumisasi beberapa bagian sambil nge-plurk dan mengutak-atik facebook. tak banyak yang aku tambahkan cuman bagian widget yang memang kalo kosong, situs jadi terlihat kurang terawat. selanjutnya aku nyoba juga bikin blog di detik. lumayan juga dan tidak terlalu mengecewakan. meskipun pada dasarnya masih perlu pengembangan lagi.

situs lainnya? aku cuman nambahin halaman ‘tentang’ di situs sarupa ning saru dan halaman ‘portofolio’, ‘tentang kita’, dan ‘gabung kita’ di situs kitaklik. situs sekolah blog masih kosong karena katanya mau diinstal moodle. situs buletin urang, entah kemana dan tak berjejas sama sekali. udah gitu? yah, terus pulang lantaran waktu paket 6 jam udah habis. mungkin memang cuman segitu kerjaanku. tapi tak apalah dari pada ngak ada perubahan sama sekali.