Akhirnya, saya resmi mengundurkan diri sebagai koordinator komunitas Bandung Kota Blogger (Batagor.net). Alasannya? Ada cukup banyak alasan dan pertimbangkan sehingga akhirnya saya memutuskan untuk lebih memilih mengundurkan diri. Setidaknya, ada 3 alasan.
Alasan pertama, saya sangat tidak berkompeten dan tidak memiliki keahlian untuk masih memegang peranan tersebut. Setidaknya, harus ada 3 kemampuan yang idealnya dimiliki seorang koordinator komunitas. Kemampuan pertama yaitu mampu menggerakan massa. Jangankan memberikan perintah, ketika orang tersebut berbicara pun, setiap orang yang berada di komunitas, akan menghargai dan mendengarkan. Lebih dari itu, seorang koordinator komunitas mampu menginisiasi banyak hal dan menggerakan massa untuk melakukan hal yang telah diinisiasi.
Kemampuan yang kedua adalah mampu berkomunikasi dan membentuk jaringan yang sesuai dengan bidangnya. Untuk hal ini, kemampuan saya benar-benar sangat minim. Masih lebih baik teman-teman yang lainnya, yang tidak hanya mampu mendapatkan informasi, tetapi juga mampu mengembangkan jaringan. Mengenal orang tidak hanya tahu, tapi juga mengenal jaringan serta mampu berinteraksi.
Kemampuan yang ketiga, seorang koordinator harus cukup mapan secara dana. Tentu hal ini tidak dimiliki oleh saya yang hanya gelandangan dunia maya, yang untuk makan sehari-hari saja masih sangat sulit. Saking sulitnya, untuk makan satu kali sehari saja, masih mengandalkan orang yang berminat mentraktir saya.
Kemampuan finansial ini berfungsi agar sang koordinator bisa mencurahkan waktunya untuk komunitas dan mendukung pendanaan apabila diperlukan.
Kembali ke alasan. Alasan kedua saya mengundurkan diri sebagai koordinator Batagor lantaran saya ingin mencoba sibuk dengan diri saya sendiri. Nampaknya, sudah cukup saya mengorbankan diri saya selama beberapa tahun terakhir ini untuk melakukan hal-hal yang tidak memiliki manfaat secara langsung bagi diri saya sendiri. Lambat laun, saya hanya menjadi sampah masyarakat.
Alasan yang ketiga, fokus dengan tujuan hidup saya. Sampai saat ini, saya masih bingung untuk menentukan arah tujuan hidup saya. Selain itu, saya juga masih merasa belum sepenuhnya hidup. Untuk itu, saya ingin mencoba menempa diri secara institusi agar tujuan hidup saya jelas dan memiliki sikap yang jelas pula.
dua minggu ke belakang, gaza tengah mengalami krisis kemanusiaan yang luar biasa hebat. invasi israel benar2 meluluhlantahkan kota tersebut tanpa kenal ampun. ujung2nya, rakyat sipil lah yang mendapatkan dampak paling besar. angka kematian hingga 1.000 orang dan 7.000 orang lebih luka2, adalah panen yang didapat dari gempuran pasukan israel.









